23 Februari 2011

UPN “Veteran” Yogyakarta Juara IOMBC !




Luarbiasa!
Marching Band Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNV-YK) berhasil meraih gelar Juara I Divisi Drum Battle pada kompetisi Marching Band tingkat nasional IOMBC (Indonesia Open Marching Band Championship) yang diselenggarakan tanggal 18 – 20 Februari 2011 di Istora Senayan – Jakarta. Tidak tanggung-tanggung gelar tersebut diraih setelah dalam babak grand final pasukan MB UPNV-YK berhasil menumbangkan nama-nama besar MB Madah Bahana - Universitas Indonesia dan rekan sekota MB Citra Derap – Universitas Negeri Yogyakarta. Seluruh penonton mengaku telah terpukau oleh penampilan Marching Band UPNV-YK yang sangat atraktif dan penuh kreatif, dan nampaknya dewan juri tidak pun sependapat dengan penonton sehingga mereka tanpa ragu memberikan gelar juara kepada MB UPNV-YK! Viva UPN “Veteran” Yogyakarta! You are the CHAMPION ! (Anton H Biantoro – BP Dik)

16 Februari 2011

Selamat UPN "Veteran"! Ranking Webometric meningkat signifikan.


Dari hampir 3000-an Perguruan Tinggi di Indonesia hanya ada 143 (atau kurang dari 5%)yang masuk dalam daftar ranking 12.000 Perguruan Tinggi terbaik di dunia versi Webometric. Alhamdulillah, ketiga UPN "Veteran" (Jawa Timur, Yogyakarta dan Jakarta) termasuk di antaranya. Bahkan menurut hasil perankingan 2010 yang baru diumumkan akhir Januari 2011, ranking ketiga UPN "Veteran" mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan posisi pada tahun sebelumnya, baik untuk ranking nasional maupun ranking dunia.
UPN "Veteran" Yogyakarta saat ini menempati Ranking 76 Nasional dan Ranking 8.295 Dunia, sebelumnya 94 Nasional dan 9851 Dunia.
UPN "Veteran" Jawa Timur saat ini menempati Ranking 78 Nasional dan Ranking 8.338 Dunia, sebelumnya 98 Nasional dan 10.001 Dunia.
UPN "Veteran" Jakarta saat ini menempati Ranking 110 Nasional dan Ranking 10.585 Dunia, sebelumnya 124 Nasional dan 11.282 Dunia.
Memang masih cukup jauh dari target Ranking 20-30an Nasional dan 2.000-3.000an Dunia yang ditargetkan untuk 2014, namun bagaimanapun upaya untuk mencapai kemajuan ini patut diapresiasi! Selamat UPN "Veteran", berjuang terus!

29 Juli 2010

SIMADA - 2010: UPN-Veteran berangkat ke Pulau Bawean.

SIMADA 2010: Rektor UPN "Veteran" Jatim menerima Apel Laporan Pemberangkatan Satgas Bela Negara.

SIMADA 2010: Apel Laporan Pemberangkatan di depan Rektorat UPN "Veteran" Jatim.


SIMADA 2010: Pemeriksaan oleh Rektor UPN "Veteran" Jatim.

SIMADA 2010: Pemeriksaan oleh Rektor UPN "Veteran" Jatim.


SIMADA 2010: Embarkasi ke KRI Sangkulirang.


SIMADA 2010: Di geladak KRI Sangkulirang.

SIMADA 2010: "Corve"

SIMADA 2010: Atur barang di geladak.


SIMADA 2010: Dua Srikandi Laut.


SIMADA 2010: Nomor Lambung 542.


SIMADA 2010: Embarkasi selesai, cukup melelahkan.

SIMADA 2010: Langit cerah, siap berlayar!

SIMADA 2010: "Bon Voyage!"

SIMADA 2010: "Vaya Con Dios!"

23 Juli 2010

UPN "VETERAN" SIAP LAKSANAKAN SIMADA IV / 2010 - PULAU BAWEAN




SASARAN KEGIATAN SIMADA


Kegiatan SIMADA utamanya dimaksudkan untuk memadukan /mengintegrasikan Program Kuliah Kerja Nyata yang berorientasi kepada Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan Materi Pembelaan dan Pertahanan Negara yang merupakan ciri khas UPN “Veteran”, dengan tujuan agar dapat dicapai manfaat yang maksimal baik bagi pembentukan karakter Mahasiswa Dewasa yang akan segera terjun ke masyarakat, maupun bagi kepentingan mayarakat di daerah/lokasi kegiatan, khususnya di wilayah perbatasan, yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan aspek pertahanan negara.

SIMADA dirancang untuk mewadahi berbagai kepentingan dan memiliki spektrum sasaran yang luas, antara lain:

Untuk kepentingan Kementrian Pertahanan

- Menguji dan menyosialisasikan UU Pertahanan / Sishanneg
- Menumbuhkan semangat Cinta Tanah Air dan Bela Negara
- Mendayagunakan Komponen Pendukung
- Mendorong peran Perguruan Tinggi di bidang Hanneg
- Mendorong partisipasi masyarakat bangun wilayah perbatasan
- Mengintegrasikan kegiatan di wilayah perbatasan

Untuk kepentingan UPN “Veteran”

- Mengintegrasikan ketiga UPNV
- Terlaksananya Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus terbentuknya karakter mahasiswa yang CintaTanah Air dan Sadar Bela Negara
- Tercitranya Aspek Pertahanan Negara sebagai kekhasan dan perhatian khusus UPNV
- Diterimanya UPNV sebagai partner dan sekaligus andalan Kemhan di bidang akademis

Untuk kepentingan Mahasiswa

- Penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi
- Meningkatnya Semangat Cinta Tanah Air dan Bela Negara
- Mengerti Sistem Pertahanan Negara serta mengerti peran dan tanggung jawabnya
- Mengerti Permasalahan Hanneg di Wilayah Perbatasan dan Pulau Terluar
- Mengerti Mekanisme Pengelolaan Kegiatan Terkoordinir/Terpadu
- Dapat menerapkan ilmu yg diperoleh ke dalam praktek, khususnya di bidang pertahanan negara

Untuk kepentingan Pengelolaan Wilayah Perbatasan

- Terciptanya kondisi wilayah perbatasan yang tangguh dan memiliki daya tangkal untuk kepentingan pertahanan negara
- Terciptanya masyarakat di wilayah perbatasan yg mempunyai kesadaran berbangsa dan bela negara
- Terciptanya keunggulan relatif terhadap negara tetangga dalam berbagai aspek kehidupan (AHB)

UPN "VETERAN" - LABORATORIUM SISTEM PERTAHANAN NEGARA


Penyusunan Sistem, Doktrin, Strategi dan Postur Pertahanan Negara merupakan suatu proses panjang, rumit serta memakan waktu dan enerji yang besar, sehingga sangat tidak efektif bila sepenuhnya dilakukan sendiri oleh staf kementrian yang dalam kesehariannya juga sibuk menghadapi kegiatan rutin dan harus aktif mengantisipasi dinamika situasi. Demikian juga untuk menangani berbagai kegiatan ikutannya seperti evaluasi dan revisi yang harus dilakukan secara terus menerus, Kementrian Pertahanan membutuhkan dukungan tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu. Di bidang penelitian dan pengembangan diperlukan dukungan tenaga peneliti yang kaya pemikiran/kreatif dan berbagai fasilitas pendukung litbang seperti laboratorium dan berbagai software. UPNV adalah basis dari sejumlah besar SDM berkualitas yang kemampuannya dapat digunakan, dikembangkan dan diandalkan untuk mendukung kepentingan pertahanan negara, termasuk diantaranya adalah sekitar 20 Profesor/Guru Besar, 200 Doktor dan 500 Master yang memiliki segudang pengalaman melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. UPNV juga memiliki 100-an Laboratorium untuk berbagai program studi yang dapat difungsikan untuk mendukung kebutuhan litbang pertahanan negara. Sementara itu tentu saja 25.000 mahasiswa aktif UPNV adalah jumlah yang cukup ideal untuk menguji berbagai kebijakan pertahanan. Maka secara keseluruhan UPNV sangat ideal untuk difungsikan sebagai Laboratorium Pertahanan Negara.(AHB)

APA ITU SIMADA ?




Sebagai perguruan tinggi yang sejak didirikan dan sepanjang perjalanan sejarahnya dibina oleh Kementrian Pertahanan, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” menyadari akan tugas tanggung jawabnya untuk mendukung dan menyukseskan setiap kebijakan pemerintah di bidang pertahanan serta untuk selalu memberikan masukan kepada Kemhan RI, baik dalam bentuk pemikiran maupun karya nyata. Karena itu maka UPN “Veteran” kemudian memilih masalah pembelaan dan pertahanan negara menjadi ciri atau spesifikasinya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta dalam mengembangkan karakter mahasiswa dan segenap sifitas akademikanya yang lain.



Dalam bentuk penerapannya yang lebih nyata UPN “Veteran” mempersiapkan diri untuk dapat berfungsi sebagai ‘laboratorium pertahanan’ dan sekaligus sebagai ‘pusat kepakaran’ (center of excellence) dalam masalah-masalah pembelaan dan pertahanan negara. Sebagai laboratorium pertahanan, UPN “Veteran” mampu memberikan dukungan akademis terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi Kemhan RI, baik berupa survey, riset/penelitian, kajian strategis, uji-coba doktrin/konsep/ kebijakan, maupun pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pertahanan. Sedangkan sebagai pusat kepakaran masalah pembelaan dan pertahanan negara, UPN “Veteran” akan menjadi sumber rujukan utama yang dapat diandalkan oleh komuniti pendidikan tinggi, baik tingkat nasional maupun internasional.

Integrasi Mahasiswa Dewasa (SIMADA) adalah kegiatan yang semula dirancang untuk mengintegrasikan mahasiswa dan sifitas akademika ketiga UPN “Veteran” yang meski menyandang nama yang sama namun jarang berinteraksi karena kampusnya terletak di tiga kota yang berbeda yaitu Jakarta, Yogyakarta dan Surabaya. Hasil evaluasi terhadap pelaksanaan tiga kali SIMADA terdahulu merekomendasikan untuk diadakannya peningkatan bobot SIMADA dari kegiatan yang bersifat rekreatif menjadi kegiatan yang lebih bersifat akademis dan bernilai strategis. Dimulai pada tahun 2010 ini rancangan kegiatan SIMADA akan memadukan upaya pengintegrasian ketiga UPN “Veteran” dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan program Kuliah Lapangan materi Pembelaan dan Pertahanan Negara, yang pelaksanaannya dilaksanakan di wilayah perbatasan. Kegiatan SIMADA diharapkan akan menjadi salah satu proyek kerja sama antara Kementrian Pertahanan dan UPN “Veteran” dalam pengelolaan masalah-masalah pertahanan negara, dalam hal ini khususnya pengelolaan wilayah perbatasan.

29 April 2009

Prajurit wajib cuci tangan!



A new military study reports that frequent hand-washing results in significantly fewer bouts of respiratory illnesses, which may soon have drill instructors barking at recruits to march, shoot, and scrub. The findings showed that military recruits who washed their hands at least five times a day for one year had 45% fewer bouts of respiratory illnesses, such as the cold, the flu, or pneumonia, compared with the year prior when handwashing was not actively encouraged. Everyone has millions of germs on their hands. Most of the bugs are harmless, but some can cause illnesses such as colds, flu, or diarrhea. Without proper hand-washing, these germs get a chance to enter the body and cause infections when people touch their eyes, mouth, nose, or skin cuts. So the regular sessions with soap and water make good sense for enlisted and civilian alike. "This work augments the growing literature assessing hand-washing outside of healthcare settings and evaluates such an intervention on the largest population described to date," conclude the research team headed by Margaret A.K. Ryan, MD, of the Naval Health Research Center in San Diego. Respiratory illnesses are the most common cause of lost time from military duty among young service people. Military personnel are at high-risk for respiratory illnesses for many reasons, including the close-contact training environment and the physical and psychological stress of military training.
In the past, researchers have tried many high-tech ways to curb the rate of respiratory illnesses among military recruits, including ultraviolet radiation and dust suppression. But few of these measures were successful.

Enter hand-washing.

Called Operation Stop Cough, the program encouraged handwashing and installed liquid soap dispensers at all sinks in training spaces. To arrive at their findings, Ryan and colleagues compared the rate of weekly respiratory illness among recruits in 1996 before handwashing was encouraged to rates occurring between 1997 and 1998 after the program was initiated. While it did cut the number of trips to the clinic for respiratory illnesses,handwashing did not affect the rate of hospitalization for more-severe respiratory illnesses, leading the researchers to speculate that handwashing may be most effective against less-virulent illnesses. Such vigilant hand-washing may be easier said than done, however, as about half of the participants said they encountered obstacles like time constraints and not enough sinks.

"Hand-washing is one of the main tools that we have at our disposal for prevention and control of infectious diseases," says Joel C.Gaydos, MD, MPH, the director of public health practices at the Department of Defense Global Emerging Infections Surveillance & Response Systems at Walter Reed Army Institute of Research in Silver Spring, Md. "It is at the core of what we consider infection control within medical facilities, but we may not be emphasizing as much as we used to because we don't see infectious diseases as the threat that we used to," he tells WebMD. Gaydos wrote an editorial that accompanies the new study. In general, he says, the attitude is that infectious diseases do occur, and even can be serious at times. But overall, they are under control. So prevention tools may be taken for granted, he says.

According to the American Society for Microbiology, people should wash their hands BEFORE they:

• Prepare or eat food;
• Treat a cut or wound;
• Tend to someone who's sick;
• Put in or take out contact lenses;
• Do any kind of activity that involves putting fingers in or near the mouth,
eyes, etc.

They should also wash their hands AFTER they:

• Use the bathroom;
• Handle uncooked foods, especially raw meat;
• Eat;
• Blow their nose, cough or sneeze;
• Handle garbage;
• Tend to someone who's sick;
• Change a diaper;
• Play with or touch a pet, especially reptiles and exotic animals.

Nah, bukan hanya di Taman Kanak-Kanak saja kita diajari cuci tangan, diklat militer pun sekarang mewajibkan siswa/pelajarnya untuk cuci tangan!

31 Maret 2009

LIMA ATURAN



Seorang lelaki berumur 92 tahun yang mempunyai selera tinggi, percaya diri, dan bangga akan dirinya sendiri, yang selalu berpakaian rapi setiap hari sejak jam 8 pagi, dengan rambutnya yang teratur rapi meskipun dia buta, masuk ke panti jompo hari ini.

Istrinya yang berumur 70 tahun baru-baru ini meninggal,
sehingga dia harus masuk ke panti jompo.

Setelah menunggu dengan sabar selama beberapa jam di lobi, dia tersenyum manis ketika diberi tahu bahwa kamarnya telah siap.

Ketika dia berjalan mengikuti penunjuk jalan ke elevator,
aku menggambarkan keadaan kamarnya yang kecil, termasuk gorden yang ada di jendela kamarnya.

Saya menyukainya, katanya dengan antusias seperti seorang anak kecil berumur 8 tahun yang baru saja mendapatkan seekor anjing.

Pak, Anda belum melihat kamarnya, tahan dulu perkataan tersebut.

Hal itu tidak ada hubungannya, dia menjawab.

Kebahagiaan adalah sesuatu yang kamu putuskan di awal. Apakah aku akan menyukai kamarku atau tidak,
tidak tergantung dari bagaimana perabotannya diatur
tapi bagaimana aku mengatur pikiranku.
Aku sudah memutuskan menyukainya. Itu adalah keputusan yg kubuat setiap pagi ketika aku bangun tidur. Aku punya sebuah pilihan; aku bisa menghabiskan waktu di tempat tidur menceritakan kesulitan-kesulitan yang terjadipadaku karena ada bagian tubuhnya yang tidak bisa berfungsi lagi, atau turun dari tempat tidur dan berterima kasih atas bagian-bagian yang masih berfungsi.

Setiap hari adalah hadiah, dan selama mataku terbuka,
aku akan memusatkan perhatian pada hari yang baru dan semua kenangan indah dan bahagia yang pernah kualami dan kusimpan. Hanya untuk kali ini dalam hidupku.

Umur yang sudah tua adalah seperti simpanan dibank.
Kita akan mengambil dari yang telah kita simpan.
Jadi, nasehatku padamu adalah untuk menyimpan sebanyak-banyaknya kebahagiaan di bank kenangan kita.
Terima kasih padamu yang telah mengisi bank kenanganku. Aku sedang menyimpannya.

*/Ingat-ingatlah lima aturan sederhana untuk menjadi bahagia:/*

*/ 1. Bebaskan hatimu dari rasa benci./*

*/ 2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran./*

*/ 3. Hiduplah dengan sederhana./*

*/ 4. Berikan lebih banyak (give more)/*

*/ 5. Jangan terlalu banyak mengharap (expect less)/*

Berikan pesan ini kepada 7 orang selain aku.
Kamu akan menerima keajaiban besok.


(Terima kasih kepada Dr Daud Sidharta)

15 Februari 2009

Selamat Ulang Tahun Badiklat Dephan



Saya dan keluarga mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-23 Badiklat Dephan. Semoga Badiklat Dephan dapat mewujudkan visi dan misinya seta menjadi Satuan Kerja yang berprestasi dan membanggakan ! Semoga seluruh personel Badiklat dan keluarganya selalu dilimpahi rahmat dan hidayah oleh Allah Swt. Amiin!